Liputan6.com, Jakarta - Mahkamah Agung Rusia telah mengambil peran aktif dalam mendefinisikan status hukum mata uang kripto. Mahkamah Agung Rusia sata ini memberikan pengakuan aset digital termasuk kripto sebagai properti. Pengakuan ini untuk proses pidana.
Kantor berita resmi Rusia Tass melaporkan pada tanggal 20 Februari bahwa Ketua Mahkamah Agung Irina Podnosova membahas masalah tersebut pada pertemuan baru-baru ini yang dihadiri oleh para hakim dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Advertisement
Baca Juga
"Dengan menyebarnya mata uang kripto dalam perekonomian, telah terjadi peningkatan kejahatan di mana mata uang digital menjadi sarana untuk melakukan kejahatan, pendapatan kriminal, atau objek pelanggaran," jelas Irina Podnosova dikutip dari bitcoin.com, Sabtu (22/2/2025).
Advertisement
Ia selanjutnya menegaskan bahwa Mahkamah Agung terlibat dalam penyusunan inisiatif legislatif yang bertujuan untuk mengakui mata uang digital sebagai properti untuk tujuan proses pidana. Ini menjadi sebuah langkah yang dapat memperkuat kemampuan penegak hukum untuk menangani kejahatan terkait kripto.
Upaya Sebelumnya
Ini bukan pertama kalinya Mahkamah Agung Rusia membahas mata uang kripto dalam proses hukum. Pada 2019, pengadilan memutuskan bahwa mengonversi bitcoin menjadi rubel merupakan pencucian uang jika mata uang digital tersebut diperoleh melalui aktivitas ilegal, khususnya dalam kasus yang melibatkan transaksi terkait narkoba.
Keputusan pengadilan tersebut menegaskan bahwa mata uang kripto dapat tercakup dalam undang-undang anti pencucian uang yang berlaku.
Selain itu, pada 2021, pengadilan memutuskan bahwa WMZ, mata uang elektronik yang digunakan dalam sistem Transfer Webmoney, secara hukum diakui sebagai objek hak sipil, yang menjadi preseden untuk perlakuan hukum terhadap aset digital di Rusia. Putusan sebelumnya ini menunjukkan upaya berkelanjutan Mahkamah Agung untuk mengintegrasikan mata uang kripto ke dalam kerangka peradilan negara tersebut.
Upaya Hukum yang Jelas
Menurut Podnosova, meskipun pola kejahatan di Rusia stabil, di mana kejahatan properti mencapai 38%, kejahatan kekerasan 24%, dan pelanggaran terhadap keamanan dan ketertiban umum 24%, meningkatnya penggunaan mata uang digital dalam aktivitas kriminal telah mendorong upaya untuk definisi hukum yang lebih jelas.
Dengan mengklasifikasikan mata uang kripto secara resmi sebagai properti, otoritas akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk melacak, membekukan, dan menyita aset digital terlarang.
Seiring dengan semakin banyaknya negara yang berupaya mengatur ruang kripto, upaya legislatif Rusia menyoroti meningkatnya kebutuhan akan kejelasan hukum dalam keuangan digital.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Harga Bitcoin Langsung Anjlok Akibat Peretasan Bursa Kripto Bybit Senilai Rp 24 Triliun
Sebelumnya, beberapa laporan muncul dalam beberapa jam terakhir mengenai salah satu bursa kripto terkemuka di dunia, Bybit, dibobol sehingga kehilangan aset digital senilai sekitar USD 1,5 miliar atau kurang lebih Rp 24,45 triliun (estimasi kurs Rp 16.310 per USD). Seuai adanya berita tersebut, harga kripto Bitcoin langsung turun.
Meskipun berita tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, kepanikan menyebar dengan cepat, menyebabkan harga Bitcoin (BTC) dan sebagian besar altcoin langsung anjlok.
Dikutip dari cryptopotato, Sabtu (22/2/2025), kecurigaan pertama muncul setelah Whale Alert melaporkan transfer besar-besaran dari Bybit ke dompet yang tidak dikenal senilai lebih dari 400.000 ETH atau senilai lebih dari USD 1,1 miliar).
Setelah beberapa transfer lagi ke dompet yang sama, dengan total nilai sekitar USD 1,5 miliar, sebagian besar dalam ETH. Kemudian menurut Finish, penerima mulai menukar aset tersebut ke stETH dan mETH.
Detektif kripto on-chain paling terkenal, ZachXBT, juga menyoroti perkembangan tersebut di akun Telegram-nya, yang menunjukkan bahwa sumbernya telah mengonfirmasi bahwa peristiwa ini adalah 'insiden keamanan.'
Sampai berita ini ditulis, Bybit belum menanggapi masalah tersebut. Namun, kerusakan telah terjadi pada pasar kripto karena harga langsung anjlok setelah laporan tersebut beredar.
rena hanya satu dompet bursa yang telah disusupi.
Advertisement
Harga Bitcoin
Harga Bitcoin telah mendekati USD 100.000 setelah kenaikan yang stabil selama beberapa hari terakhir, tetapi langsung anjlok lebih dari dua ribu.
Sebagian besar altcoin mengalami penurunan yang lebih menyakitkan, dan total kapitalisasi pasar kripto turun USD 70 miliar dalam waktu kurang dari setengah jam.
CEO Bybit baru-baru ini mengunggah pembaruan yang menjelaskan peristiwa yang terjadi. Dengan pada dasarnya mengonfirmasi peretasan tersebut, ia mencatat bahwa bursa tersebut telah mencoba melakukan transfer internal antara dompet dingin dan dompet panasnya, tetapi pelaku jahat mengambil alih kendali dan mentransfer semua ETH ke alamat yang tidak dikenal.
Namun, Ben Zhou mengatakan semua penarikan dapat dilakukan ka
