Liputan6.com, Caracas - Seorang pilot, yang diduga menerbangkan helikopter untuk membombardir gedung Mahkamah Agung Venezuela pada Juni 2017 lalu, dikabarkan telah tewas dalam sebuah operasi penyerbuan di Caracas pada Senin, 16 Januari 2018.
Oscar Perez, si pilot, dikabarkan tewas setelah lubang persembunyiannya di El Junquito, barat Caracas, dikepung dan diserbu oleh otoritas, kata seorang pejabat tinggi Venezuela, seperti dikutip dari CNN, Selasa (16/1/2018).
Kendati demikian, kabar itu masih belum mampu terverifikasi secara independen.
Advertisement
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Presiden Venezuela Nicolas Maduro turut menyatakan keterangan seputar penyerbuan di El Junquito.
Baca Juga
Dalam pidatonya di hadapan para anggota legislatif Venezuela, Maduro mendeskripsikan penyerbuan di El Junquito sebagai 'upaya perburuan terhadap kelompok teroris yang menyerang Mahkamah Agung Venezeula (Juni 2017)'.
Maduro menambahkan, kelompok yang diserbu diduga hendak menyiapkan teror bom mobil terhadap kantor kedutaan negara asing di Caracas. Namun, sang presiden tak menyebut nama negara asing tersebut, juga motif di balik klaim rencana teror bom mobil tersebut.
Lebih lanjut, Maduro mengatakan bahwa sejumlah anggota teroris itu telah 'jatuh', lima orang rekanannya telah ditangkap, dan dua orang polisi tewas. Lagi, sang presiden tak memberikan detail yang lebih mendalam terkait kabar tersebut.
Tak jelas apakah Oscar Perez -- sang pilot -- termasuk di antara 'teroris yang telah jatuh' seperti yang disebut oleh Maduro.
Mengonfirmasi
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Venezuela turut mengonfirmasi laporan tersebut.
Dalam sebuah keterangan resmi kementerian itu mnengatakan, orang-orang bersenjata dari sebuah sel teroris melepaskan tembakan ke polisi dan berusaha meledakkan sebuah kendaraan yang penuh dengan bahan peledak.
Sasaran target, seperti yang Maduro katakan, adalah sebuah kantor kedutaan negara asing yang anonim.
Lantas, tanpa keterangan yang jelas, pertempuran bersenjata itu berpindah ke El Junquito -- yang mungkin berdekatan dengan lokasi penyerangan awal.
Lebih lanjut, Kemdagri Venezuela mengatakan bahwa usai pertempuran itu, dua petugas polisi tewas dan lima lainnya terluka. Sementara itu, lima orang dari sel teroris tersebut telah ditangkap.
Â
Perez: Mereka Terus Menyerang Kami
Sebelumnya, pada Senin 15 Januari 2018, Oscar Perez mengungah video di media sosial Instagram yang mengatakan bahwa kelompoknya diserang.
Dalam video tersebut, Perez memegang sebuah senapan dan berbicara ke kamera. Di wajahnya, tampak terlihat seperti bercak darah.
"Kami tidak menembak dan mereka (diduga aparat Venezuela) terus menyerang kami," kata Perez.
"Kami mencoba bernegosiasi, karena ada orang yang tidak bersalah di sini, ada warga sipil, mereka benar-benar ingin membunuh kami," tambahnya.
Â
Advertisement
Granat Meledak di Mahkamah Agung Venezuela
Oscar Perez, seorang perwira Kepolisian Venezuela beserta antek-anteknya, diketahui memimpin serangan helikopter terhadap Kementerian Kehakiman dan Mahkamah Agung pada bulan Juni 2017.
Perez dan kelompoknya, Equilibrio Nacional (National Balance), mengepung dan menyerang bangunan itu dengan granat dan tembakan. Tidak ada yang terluka atas peristiwa itu.
Perez menghilang setelah kejadian tersebut dan dinyatakan sebagai 'teroris yang buron' oleh pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
"Lebih baik pergi keluar dan berjuang untuk masa depan yang baru daripada mati berlutut ke rezim ini," kata Perez dalam sebuah wawancara dengan CNN Español yang ditayangkan pada hari Jumat pekan lalu.