Pesan Macron kepada Trump: Anda Tidak Bisa Lemah Menghadapi Putin

Menurut Gedung Putih, Macron akan melakukan perjalanan ke Washington untuk bertemu Trump pada Senin (24/2/2025).

oleh Khairisa Ferida Diperbarui 22 Feb 2025, 15:37 WIB
Diterbitkan 22 Feb 2025, 15:02 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump usai pertemuan mereka di Istana Presiden Elysee di Paris pada Sabtu (7/12/2024).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump usai pertemuan mereka di Istana Presiden Elysee di Paris pada Sabtu (7/12/2024). (Dok. Julien de Rosa/AFP)... Selengkapnya

Liputan6.com, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan dia berniat memberitahukan Presiden Donald Trump bahwa kepentingan bersama antara AS dan Eropa adalah untuk tidak "lemah" dalam menghadapi pemimpin Rusia Vladimir Putin di tengah negosiasi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Dalam sesi tanya jawab selama satu jam di media sosial pada Kamis (20/2), Macron seperti dikutip dari AP mengaku akan mengatakan kepada Trump, "'Anda tidak bisa lemah menghadapi Presiden Putin. Itu bukan diri Anda, itu bukan ciri khas Anda, itu bukan kepentingan Anda. Bagaimana Anda bisa menjadi kredibel di hadapan China jika Anda lemah terhadap Putin?'"

Pernyataan-pernyataan Trump baru-baru ini yang menggemakan narasi Putin dan rencana untuk melakukan negosiasi langsung dengan Rusia telah membuat sekutu Eropa dan pejabat Ukraina khawatir. Namun, Macron menilai strategi Trump yang menciptakan "ketidakpastian" dalam pembicaraan dengan Rusia justru bisa memperkuat posisi sekutu Barat dalam negosiasi.

"Putin tidak tahu apa yang akan dia (Trump) lakukan, dia pikir (Trump) bisa melakukan apa saja," kata Macron. "Ketidakpastian ini bagus untuk kita dan untuk Ukraina."

Macron menuturkan dia akan berusaha meyakinkan Trump bahwa kepentingan AS dan Eropa adalah sama, dengan mengatakan kepadanya, "Jika Anda membiarkan Rusia menguasai Ukraina, itu akan menjadi tak terhentikan."

"Itu berarti setiap kesepakatan perdamaian harus dinegosiasikan dengan Ukraina dan Eropa duduk bersama," kata Macron.

"Kami menginginkan perdamaian. Tetapi kami tidak menginginkan gencatan senjata yang berarti Ukraina menyerah karena itu berbahaya. Dan kami tahu itu akan membuat Rusia melangkah lebih jauh. Kami sudah mengalaminya."

Prancis Kirimkan Pasukan ke Ukraina?

Donald Trump dan Emmanuel Macron
Presiden AS Donald Trump (kiri) disambut oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron setibanya di Istana Elysee, Paris pada Sabtu, 10 November 2018. (AFP)a... Selengkapnya

Macron juga bersiap menjawab seruan Trump soal meningkatkan belanja pertahanan.

"Kita, Eropa, harus meningkatkan upaya perang kita," ujarnya.

Ditanya apakah dia mempertimbangkan untuk mengirimkan pasukan Prancis ke Ukraina, dia mengatakan tidak akan mengirimkan tentara untuk bertempur di Ukraina, namun lebih untuk menjadi bagian dari pasukan keamanan yang bertujuan memberikan "jaminan" setelah kesepakatan perdamaian tercapai.

"Kami tidak menutup kemungkinan, dalam kerangka yang telah direncanakan bersama sekutu kami, untuk mengirim pasukan yang bisa membantu menjamin keamanan Ukraina setelah perdamaian tercapai," imbuhnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya