Ngantuk Usai Makan? Dokter Gizi: Bukan Kabar Baik

Sebagian orang mengalami rasa kantuk usai makan. Hal ini bukan tanpa alasan dan dapat menjadi pertanda bahwa kebiasaan makan yang dilakukan selama ini tidak baik.

oleh Ade Nasihudin Al Ansori diperbarui 21 Okt 2021, 18:00 WIB
Diterbitkan 21 Okt 2021, 18:00 WIB
Ngantuk setelah makan
Ilustrasi ngantuk setelah makan Credit: pexels.com/Burst

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian orang mengalami rasa kantuk usai makan. Hal ini bukan tanpa alasan dan dapat menjadi pertanda bahwa kebiasaan makan yang dilakukan selama ini tidak baik.

Seperti disampaikan ahli gizi komunitas, Tan Shot Yen, M.Hum, terlalu banyak makan karbohidrat dan lemak adalah kebiasaan makan yang tidak benar.

Ia menambahkan, jika rasa kantuk datang setelah makan, kemudian usai makan langsung tidur, maka dampaknya bukan hanya obesitas atau kegemukan.

“Ujung-ujungnya kalau habis makan langsung tidur, bukan cuma bikin kegemukan saja tapi makanan Anda jadi lebih mudah naik lagi ke kerongkongan, itu bukan kabar baik,” kata Tan dalam video singkat yang diunggah ulang di Tik Tok resmi Kementerian Kesehatan (@kemenkesri) dikutip Kamis (21/10/2021).

Mengapa Demikian?

Rasa kantuk yang timbul setelah makan disebabkan makanan yang dikonsumsi membuat insulin bekerja terlalu cepat.   

“Lalu muncul hormon dopamine dan serotonin yang menyebabkan cepat ngantuk dan mudah ketiduran.”

Maka dari itu, jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan kantuk dan masalah kesehatan lainnya, kata Tan.

Agar Tak Ngantuk Usai Makan

Isi Piringku
Komposisi gizi yang semestinya ada dalam piring saji. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Agar makanan yang dikonsumsi tidak menimbulkan rasa kantuk dan dapat menjadi tenaga, Tan menyarankan untuk memerhatikan pedoman Isi piringku.

“Kita mulai dari isi piringku, makanan Anda ada sayur ada buah, cukup lauk dan cukup karbohidrat tidak terlalu banyak, maka prinsip dari makan adalah membangun energi.”

Intinya, makanan yang baik bagi tubuh adalah makanan yang seimbang mencakup sayur, buah, lauk, dan karbohidrat dengan porsi yang cukup, tidak berlebihan.

“Apabila makanan sehat dan seimbang, maka bukan cuma menjaga kebugaran tapi Anda juga terbebas dari obesitas, yuk makan bener yuk,” pungkasnya. 

 

Infografis Benarkah COVID-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan?

Infografis Benarkah Covid-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan? (Liputan6.com/Niman)
Infografis Benarkah Covid-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan? (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya