Liputan6.com, Jakarta - Demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 27 November kemarin berakhir anarkis. Seorang Anggota Pengendali Massa dari Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, mengalami luka robek di bagian kepala.
Korban yang diketahui bernama Aiptu Rahmad itu diduga terkena lemparan batu saat polisi mencoba mengamankan aksi saling lempar antara mahasiswa dan Satuan Polisi Pamong Praja.
"Aiptu Rahmad, Dalmas Polrestabes Makassar, mengalami luka robek di kepala akibat lemparan," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto, Jumat (28/11/2014).
Agus menjelaskan, anarkistis itu berawal dari aksi mahasiswa menolak kenaikan BBM di Kantor Gubernur Sulsel. Di sana, mahasiswa tidak diperbolehkan masuk.
"Teman mahasiswa tidak sabar lalu melempar petugas. Sekitar pukul 15.45 WITA, terjadilah saling lempar dari Satpol PP Pemprov. Kita hadir back up situasi," tambah Agus.
Akibat aksi itu, sambung Agus, pagar kantor gubernur mengalami kerusakan. Namun saat ini, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Makassar sudah kondusif.
"Alhamdulillah saat ini secara umum kondisuf sejak tadi malam. Kita terus melakukan pemantauan dan patroli. Kita berharap kejadian sore hari itu tidak terulang kembali," ungkap Agus.
Dia yakin, seluruh masyarakat maupun mahasiswa memahami mekanisme unjuk rasa. Menurutnya, memang unjuk rasa diatur atau diperbolehkan dalam Undang-undang namun harus dipahami juga mekanismenya maupun pelaksanaannya.
"Kita negara hukum, wajib patuh hukum," tegas Agus.
Polri Tegaskan Kondisi Makassar Kondusif Pascademo Anarkis
Demonstrasi menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 27 November kemarin berakhir anarkis.
diperbarui 28 Nov 2014, 16:00 WIBDiterbitkan 28 Nov 2014, 16:00 WIB
Tina juga mempersilakan aparat penegak hukum untuk menindak para demonstran yang bergerak di luar garis hukum. ... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Mengintip Kemeriahan Milklife Soccer Challenge 2025, Diwarnai Festival SenengSoccer
Sudah Daftar Haji tapi Meninggal sebelum Berangkat, Apakah Dapat Pahala Haji? Ini Kata Buya Yahya
AHY: Demokrat Harus Jadi Bagian Pembangunan Indonesia
Kasus Tambang Emas Ilegal di Boalemo, Tiga Pekerja Diringkus Polisi
Link Live Streaming LaLiga Real Madrid vs Atletico Madrid, Sebentar Lagi Tayang di Vidio
Jadwal Sholat DKI Jakarta, Jawa dan Seluruh Indonesia Hari Ini Minggu 9 Februari 2025
Respons Isu Reshuffle, Mensos Gus Ipul Ajak Kabinet Merah Putih Tetap Satu Barisan
Atta Halilintar Masak untuk Jumat Berkah, Lauknya Disindir Versi Low Budget
Jangan Asal, Ini Waktu Terbaik Baca Istighfar agar Rumah Tangga Tenang Kata UAH
Diplomasi Panda China, Sewa Miliaran untuk Simbol Perdamaian
TNI AL Evakuasi Jenazah Wartawan Metro TV yang Alami Laka Laut di Maluku Utara
Duh, Judi Online Bikin Perangkat Desa di Tasikmalaya Embat Ratusan Juta Duit Dana Desa