Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah kembali bereaksi keras atas eksekusi mati terhadap seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) Karni binti Medi Tarsim. Seperti kasus Siti Zaenab, sama sekali tidak ada notifikasi yang diberikan kepada pemerintah Indonesia terkait eksekusi mati tersebut.
Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, sehari sebelum eksekusi pihak Satuan Tugas Perlindungan WNI dari KJRI Jeddah sempat mengunjungi Karni. Mereka menyatakan sebelum eksekusi Karni berada di Penjara Madinah.
"Bahwa sejak kemarin Satgas Perlindungan WNI KJRI Jeddah ini memantau 2 penjara di mana terdapat WNI yang dihukum mati di Madinah dan Yanbu. Dan kami temui Karni di Penjara Madinah, pertemuan berlangsung 1 setengah jam," sebut Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir di kantornya, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
"Dalam pertemuan itu, tidak ada sama sekali tanda-tanda (indikasi) bahwa Karni akan dieksekusi (hari ini). Hal itu semakin meyakinkan karena informasi tidak adanya eksekusi datang langsung Otoritas Penjara Madinah.
Namun, kabar mengejutkan didapat oleh Satgas Perlindungan WNI. Karni akhirnya dieksekusi di Penjara Yanbu.
"Hukuman mati dilaksanakan di penjara Yanbu," sambung dia.
Pelaksanaan hukuman mati di Penjara Yanbu sudah diantisipasi oleh Satgas Perlindungan WNI di Arab Saudi. Sebab, kejadian pembunuhan ini terjadi di Kota Yanbu.
Tidak hanya itu, sebelum dibui di Madinah Karni sempat mendekam di Yanbu. Karni pun dipindahkan karena alasan renovasi di Penjara Yanbu.
Karni binti Medi Tarsim lahir di Brebes, 10 Oktober 1977. Dia merupakan TKI di Arab Saudi yang dipidana atas kasus pembunuhan terhadap seorang anak kecil bernama Tala al-Syihri (4 tahun) pada 26 September 2012.
Pembunuhan tersebut telah diakui oleh Karni binti Medi dalam rangkaian persidangan di Pengadilan Arab Saudi. Saat sidang pada 17 Maret 2013, hakim Pengadilan Umum Yanbu telah menjatuhkan vonis hukuman mati qishas untuk pembunuhan serta vonis penjara 8 bulan serta hukuman cambuk 200 kali untuk tindakan percobaan bunuh diri yang dilakukan Karni. Vonis qishas ini kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Banding pada 9 Januari 2014. (Ans)
Kemlu: Tak Ada Indikasi TKI Karni Dieksekusi Mati Hari Ini
Padahal sehari sebelum eksekusi mati, Satgas Perlindungan WNI dari KJRI Jeddah sempat mengunjungi Karni binti Medi.
Diperbarui 16 Apr 2015, 22:15 WIBDiterbitkan 16 Apr 2015, 22:15 WIB
Padahal sehari sebelum eksekusi mati, Satgas Perlindungan WNI dari KJRI Jeddah sempat mengunjungi Karni binti Medi. (Ilustrasi: Liputan6.com/Sangaji)... Selengkapnya
Advertisement
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Profil Indra Sjafri, Pelatih Timnas Indonesia U-20 yang Kini Dilepas PSSI
Dean James, Bek Keturunan Indonesia Siap Perkuat Timnas Lewat Naturalisasi
PSI Nilai Kehadiran Danantara Jadi Terobosan Kreatif Jaga Perekonomian Negara
Jalankan Kebijakan Baru Eropa, Kraken dan Crypto.com Bakal Rilis Stablecoin
Hands-on Huawei Mate X6: HP Layar Lipat Bodi Tipis dengan Layar 120Hz
Kiky Saputri Melahirkan Bayi Perempuan, Diberi Nama Baby Kayya
Goldman Sachs Ramal Wall Street Koreksi, Ini Penyebabnya
1,1 Juta Tiket KA Tambahan Mudik Lebaran Ludes Terjual
Intip, Rekomendasi Aplikasi Islami untuk Mendukung Ibadah Ramadan
Video Hoaks Sepekan: Penampakan Clownfish Ukuran Jumbo hingga Cristiano Ronaldo Tiba di Jakarta
Finansial Terganggu, Manchester United Malah Sodorkan Rp1,7 Triliun ke Barcelona
BBTN Raih Predikat Excellent dari Sustainable Fitch