Liputan6.com, Semarang - Nyawa Eko Riyadi dan Darwadi tidak tertolong lagi akibat minuman oplosan buatan temannya M Rafii. Rafii sendiri juga tak menyangka kalau oplosan soft drink dengan ratusan pil mengantarkan kematian 2 temannya itu.
Kematian Eko dan Darwadi terjadi pada Rabu 28 Januari lalu di Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah. Rafii mengaku, pil yang dioplosnya ditemukan dari barang-barang rongsokan di Jalan Kaligawe Semarang
"Saya nemu di rongsokan. Saya nggak tahu itu apa," kata Rafii di Mapolrestabes Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/2/2015).
Merasa sayang membuang pil itu, ia pun membawa ke rumah Eko. Di sana ia mencampur ratusan butir pil itu dengan sebotol minuman bersoda. Setelah meminum oplosan tersebut, Rafii juga menawarkan kepada Darwadi yang rumahnya tidak jauh dari rumah Eko.
"Awalnya digerus 10 butir dulu, terus rasanya kayak obat batuk. Saya disuruh Eko untuk mencampur semuanya. Saya minum sedikit," kata Rafii.
Usai mencoba racikan oplosan itu, Rafii meninggalkan Eko dan Darwadi menuju tempat bakar ikan di tempat lain. Saat itulah warga memberitahukan Rafii kalau Eko meninggal.
"Kata pak RT dia (Eko) meninggal, saya langsung ke sana," kata Rafii.
Saat itu Darwadi masih hidup dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan nyawanya tidak dapat tertolong. Hasil analisa medis, keduanya mengalami iritasi di lambung.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, tersangka Rafii dijerat Pasal 204 ayat (2) KUHP, karena membagikan barang yang membahayakan jiwa atau kesehatan orang.
"Ancaman hukuman seumur hidup karena mengakibatkan orang lain meninggal," kata Djihartono.
Selain itu kepolisian juga masih mendalami asal obat yang diduga Dextro--sejenis obat batuk dalam bentuk pil, meski tersangka mengaku menemukan di tempat rongsokan. Rafii yang bertubuh besar itu juga terlihat masih terpengaruh minuman oplosan yang diraciknya.
"Pengakuan bahwa barang (pil koplo) dari rongsokan tetap akan dicari tahu, beli atau diberi," tandas Djihartono. (Rmn/Yus)
Akibat Oplosan Pil 'Rongsokan', 2 Orang di Semarang Tewas
Merasa sayang membuang pil kadaluarsa, M Safii mencampur ratusan butir pil kadaluarsa dengan sebotol minuman bersoda.
Diperbarui 02 Feb 2015, 19:19 WIBDiterbitkan 02 Feb 2015, 19:19 WIB
M Rafii saat diamankan besama barang bukti di Mapolrestabes Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/1/2015). (Liputan6.com/Edhie Prayitno Ige)... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
EnamPlus
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Bekali Kepala Daerah di Retret Magelang, Gubernur Lemhannas Bicara Soal Geopolitik
Puncak Arus Mudik Lebaran di Gambir dan Pasar Senen Diprediksi Terjadi 28-29 Maret 2025
5 Cara Menurunkan Berat Badan dengan Kunyit dan Lada
Misalin, Rangkaian Tradisi Jelang Ramadan di Kabupaten Ciamis
Bolehkah Ibadah karena Niat Ingin Kaya? Begini Pandangan Buya Yahya
Apa Boleh Niat Puasa Ramadhan Dibaca Siang Hari?
Serba-serbi Suku Togutil di Halmahera, dari Suku Primitif hingga Tradisi Unik Pemakaman Jenazah
2 Mahasiswa UMTS Diduga Gelapkan Uang Kuliah Rekan-rekannya, Kerugian Kampus Rp1,2 Miliar
Jadwal Sholat DKI Jakarta, Jawa dan Seluruh Indonesia Hari Ini Minggu 23 Februari 2025
Wamendagri: Retret di Magelang Memperkuat Sinergi Antarkepala Daerah
Damkar Sigap Bantu Kiky Saputri Lepaskan Cincin Jelang Melahirkan Anak Pertama
Perbedaan Waktu Imsak dan Subuh, Berikut yang Harus Diikuti untuk Mengetahui Batas Waktu Sahur