Laba Indo Tambangraya Megah Susut 25,23 Persen pada 2024

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan penurunan pendapatan dan laba hingga 2024.

oleh Pipit Ika Ramadhani Diperbarui 27 Feb 2025, 12:01 WIB
Diterbitkan 27 Feb 2025, 12:01 WIB
Coal barging PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (Foto: Indo Tambangraya Megah)
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengumumkan kinerja tahun buku 2024 yang berakhir pada 31 Desember 2024. (Foto: Indo Tambangraya Megah)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengumumkan kinerja tahun buku 2024 yang berakhir pada 31 Desember 2024. Pada periode tersebut, perseroan membukukan pendapatan bersih USD 2,3 miliar atau sekitar Rp 37,32 triliun (kurs Rp 16.370 per USD).

Pendapatan itu susut 2,94 persen dibandingkan pendapatan 2023 yang tercatat sebesar USD 2,37 miliar. Bersamaan dengan turunnya pendapatan, beban pokok pendapatan pada 2024 turun menjadi USD 1,6 miliar dari USD 1,63 miliar pada 2023. Sehingga, diperoleh laba kotor USD 698 ,81 juta pada 2024.

Melansir laporan keuangan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), beban penjualan pada 2024 tercatat sebesar USD 178,28 juta. Kemudian beban umum dan administrasi USD 37,09 juta, beban keuangan USD 4,06 juta, penghasilan keuangan USD 41,29 juta, dan beban lain-lain USD 25,84 juta.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 374,12 juta atau sekitar Rp 6,12 triliun. Laba ini turun 25,23 persen dibandingkan laba tahun buku 2023 yang tercatat sebesar USD 500,33 juta. Sehingga laba per saham dasar tergerus menjadi USD 0,33 dari sebelumnya USD 0,44 per saham.

Aset perseroan sampai dengan 31 Desember 2024 naik menjadi USD 1,4 miliar dari USD 2,19 miliar yang dicatatkan pada akhir 2023. Terdiri dari aset lancar senilai USD 1,4 miliar dan sisanya sekitar USD 1 miliar merupakan aset tidak lancar.

Liabilitas hingga 31 Desember 2024 naik menjadi USD 472,73 juta dari USD 399,31 juta pada akhir 2023. Rinciannya, sebanyak USD 313,88 juta tercatat sebagai liabilitas jangka pendek dan sebanyak USD 158,86 juta tercatat sebagai liabilitas jangka panjang.

Ekuitas hingga 31 Desember 2024 tercatat sebesar USD 1,93 miliar. Ekuitas itu naik dibandingkan posisi akhir 2023 yang tercatat sebesar USD 1,79 miliar.

Pada penutupan Rabu, 26 Februari 2025, saham ITMG turun 0,60 persen ke posisi 24.675. Dalam sepekan, ITMG turun 3,99 persen, dan terkoreksi 5,73 persen sejak awal tahun atau secara year to date (YTD).

Potensi Penambahan Volume Produksi dan Normalisasi Biaya Penambangan

Ilustrasi PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (Dok: Indo Tambangraya Megah)
Ilustrasi PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (Dok: Indo Tambangraya Megah)... Selengkapnya

Indo Tambangraya Megah mencatatkan laba bersih sebesar USD 101 juta pada kuartal IV 2024, turun 29,8 persen QoQ, dan naik 7 persen dibandingkan kuartal iV 2023. Hasil ini membuat laba bersih selama setahun penuh pada tahun buku 2024 menjadi USD 374 juta, turun 25,2 persen YoY, sejalan dengan ekspektasi karena setara 101,7 persen/101,6 persen dari estimasi Stockbit/konsensus.

Secara kuartalan, meski pendapatan naik 6,5 persen QoQ) dan laba kotor naik 10,8 persen QoQ) masing–masing tumbuh, laba bersih mengalami penurunan akibat pendapatan lain–lain yang berbalik menjadi rugi sebesar USD 31 juta dibandingkan kuartal III 2024 yang mencatatkan untung USD 32 juta.

"Untuk tahun buku 2025, kami mengekspektasikan kinerja ITMG akan dipengaruhi oleh normalisasi harga batu bara seiring dengan potensi oversupply di pasar global. Dan kedua, penambahan volume produksi dan normalisasi biaya penambangan dari anak usaha, yakni PT Graha Panca Karsa dan PT Tepian Indah Sukses," ulas Investment Analyst Stockbit, Hendriko Gani.

Pertumbuhan pendapatan secara kuartalan pada kuartal IV 2024 utamanya didukung oleh kenaikan volume penjualan yang naik 9,5 persen QoQ di tengah penurunan rata–rata harga jual (ASP) sebesar 3,1 persen QoQ.

 

 

Pendapatan Lain

Hauling road atau jalan angkut PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (Foto: Indo Tambangraya Megah)
Hauling road atau jalan angkut PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (Foto: Indo Tambangraya Megah)... Selengkapnya

Dari sisi beban pokok pendapatan, penurunan biaya penambangan sebesar 6,6 persen QoQ dan biaya pembelian batu bara 17,2 persen QoQ, menyebabkan margin laba kotor naik ke level 35 persen dibanding kuartal III 2024 sebesar 33,6 persen.

Pembalikan pendapatan lain–lain utamanya disebabkan oleh berbaliknya keuntungan atas nilai tukar menjadi rugi USD 17 juta dibanding kuartal III 2024 yang mencatatkan untung USD 27 juta.

Selain itu, pendapatan lain–lain juga berbalik menjadi rugi sebesar USD 7 juta dibanding kuartal III 2024 yang mencatatkan untung USD 12 juta. Menurut Hendriko, ITMG berpotensi mencatatkan kenaikan volume produksi pada 2025, didukung oleh peningkatan produksi dari tambang PT Graha Panca Karsa dan PT Tepian Indah Sukses.

Selain itu, biaya penambangan juga berpotensi mengalami normalisasi seiring penurunan stripping ratio setelah pre–stripping di kedua tambang tersebut pada 2024.

Tambang PT Graha Panca Karsa sendiri baru berproduksi pada kuartal I 2024, sementara PT Tepian Indah Sukses mulai berproduksi pada kuartal Ii 2024. "Kami akan memperhatikan guidance manajemen ITMG terkait target produksi dan stripping ratio dari kedua tambang tersebut pada analyst meeting yang biasanya akan digelar dalam waktu dekat," pungkas Hendriko.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global
Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya