Bulog Pastikan Banjir di Sulsel Belum Pengaruhi Pasokan Pangan

Perum Bulog belum dapat memastikan dampak banjir di sejumlah wilayah di Indonesia terhadap panen.

oleh Lizsa Egeham diperbarui 24 Jan 2019, 20:31 WIB
Diterbitkan 24 Jan 2019, 20:31 WIB
Banjir Sulsel
Hingga hari kedua, hujan lebat disertai angin kencang masih terjadi di beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan. (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog belum dapat memastikan dampak banjir di sejumlah wilayah di Indonesia terhadap panen.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menuturkan, pihaknya akan memperhitungkan dampak dari banjir tersebut Bila dampak banjir tidak terlalu pengaruhi pasokan pangan, Bulog mengharapkan tidak perlu impor.

"Banjir nanti kami perhitungkan. Kemungkinan gagal seperti apa. Itu yang menentukan kalau sampai gagal panen, ada kemungkinan kita impor. Namun, kalau tidak, enggak perlu impor,” ujar Budi, saat ditemui wartawan, Kamis (24/1/2019).

Budi juga akan melihat perkembangan dampak dari banjir di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Tidak begitu banyak. Kami lihat perkembangannya," kata Budi.

Sebelumnya, hujan yang mengguyur sehari semalam pada Senin 21 Januari hingga Selasa 22 Januari 2019 membuat beberapa wilayah di Sulawesi Selatan terendam banjir.

Banjir itu terjadi Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, Pangkep dan Kota Makassar.

 

 


Sebagian Sulsel Banjir, Pasokan BBM dan Elpiji Masih Aman

20160315-Hore, Harga BBM Pertamina Turun Rp 200 Per Liter-Jakarta
Pengendara motor mengisi kendaraannya dengan BBM di salah satu SPBU, Jakarta, Selasa (15/3). Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite Rp 200 per liter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan, kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam kondisi aman.  Saat ini sebagian wilayah tersebut mengalami banjir.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region VII, Roby Hervindo mengatakan, intensitas hujan yang tinggi di sebagian Sulawesi Selatan membuat beberapa jalan di wilayah tersebut terendam banjir. Kondisi ini sempat membuat penyaluran BBM mengalami kendala.

"Pagi tadi kita dilaporkan banyak lokasi yang terkendala banjir, terutama daerah Jeneponto Bantaeng dan Bulukumba. Makassar, Maros, Gowa  longsor," kata Roby, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Rabu 23 Januari 2019.

Roby menegaskan, meski ada jalan terputus, stok BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih cukup. Pada Rabu siang, banjir di beberapa jalan sudah surut, sehingga bisa dilakukan pengiriman BBM dari Terminal BBM Makasar dengan begitu kegiatan penyaluran BBM tetap normal.

"Stok masih cukup. Per siang ini jalan sudah surut, jam 12 ini sudah bongkar muatan," tutur dia.

‎Roby menuturkan, Pertamina telah mempersiapkan untuk mengalihkan pasokan BBM dari Terminal BBM Pare-Pare, jika jalan yang dilalui dari Terminal BBM Makasar mengalami kendala. Untuk pasokan Elpiji saat ini masih dalam keadaan aman.

"Kita sudah siapkan rencana alih suplai kalau dari Makasar terkendala kita pasok dari Pare-Pare. Untuk Elpiji masih aman tidak ada alih pasok‎," ujar dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya