Agar Lebih Cepat, Menkop Usul Koperasi Simpan Pinjam Jadi Penyalur KUR

Realisasi KUR sampai Maret 2020 baru mencapai Rp 54,03 triliun atau 28,44 persen.

oleh Liputan6.com diperbarui 23 Jun 2020, 17:50 WIB
Diterbitkan 23 Jun 2020, 17:50 WIB
ilustrasi-koperasi
ilustrasi-koperasi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengusulkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa dilakukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Menyusul realisasi KUR sampai Maret 2020 baru mencapai Rp 54,03 triliun atau 28,44 persen dari target pemerintah tahun ini sebesar Rp 190 triliun.

"Lewat KSP akan menjadi alternatif untuk penyaluran KUR. Kita terus usulkan supaya KUR ini bisa lewat KSP," kata dia dalam diskusi virtual via Facebook, Selasa (23/6).

Untuk itu, pihaknya saat ini tengah fokus dalam penerapan digitalisasi di tubuh KSP. Sebab, digitalisasi bakal mempermudah penyaluran KUR terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Di sisi lain, ujar Teten, digitalisasi juga dapat mendorong KSP lebih transparan dalam menjalankan usahanya. Serta siap melakukan pembiayaan dana bergulir yang lebih terjangkau dan efektif ke sejumlah UMKM lewat manajerial yang lebih rapi dengan digitalisasi.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Restrukturisasi 40 KSP

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meninjau penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para pedagang di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (23/6/2020). (Maulandy)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meninjau penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para pedagang di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (23/6/2020). (Maulandy)

Sehingga di tengah pandemi ini, Kementerian Koperasi UKM melalui Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) melakukan restrukturisasi kepada 40 KSP.

Hal ini untuk meringankan beban bayar para pelaku UKM melalui relaksasi selama satu tahun dan pembebasan bunga.

"Jadi, kami sudah koordinasi dengan bank himbara, OJK, dan BI supaya penyaluran KUR untu UMKM bisa di percepat. Sehingga mereka nanti dapat melanjutkan usahanya," jelas dia.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya