Liputan6.com, Jakarta - Malam kelam menyelimuti Real Madrid saat mereka mengalami kekalahan telak 0-3 dari Arsenal pada leg pertama perempat final Liga Champions 2024/2025, Rabu (9/4/2025) dini hari WIB, sebuah hasil mengejutkan yang pertama kali terjadi dalam 16 tahun.
Babak pertama yang berlangsung dengan tensi tinggi namun minim peluang berakhir dengan kedudukan sama kuat tanpa terciptanya satu gol. Namun, badai ofensif berpihak pada Arsenal yang mengubah segalanya setelah jeda pertandingan.
Baca Juga
Dua gol brilian dari Declan Rice membangkitkan gemuruh sorak-sorai pendukung tuan rumah, sementara kontribusi Mikel Merino menambah rasa percaya diri tim menjelang pertandingan leg kedua di Santiago Bernabeu pekan depan.
Advertisement
Media-media Spanyol langsung memulai penyelidikan panas setelah kekalahan memalukan Real Madrid. Masa depan Carlo Ancelotti kini berada di ujung tanduk, terlebih setelah kekalahan mengejutkan akhir pekan lalu di kandang sendiri ketika melawan Valencia.
Pengalaman Pahit Real Madrid
Mimpi buruk Real Madrid semakin dalam setelah kekalahan telak di Emirates. Setelah gagal membobol gawang Atletico Madrid selama 120 menit penuh di leg kedua babak 16 besar, tim ibu kota Spanyol kini mencatat rekor menyedihkan. Mereka gagal mencetak gol pada dua pertandingan beruntun di Liga Champions, fenomena langka yang terakhir terjadi pada 2009.
Lebih dari 15 tahun silam, Real Madrid di bawah arahan Juande Ramos dibantai Liverpool dengan agregat 0-5 di babak 16 besar. Kekalahan memalukan 0-4 di Anfield pada leg kedua menjadi bencana terburuk mereka hingga kekalahan malam ini di Emirates.
Pertahanan rapuh Real Madrid dengan membiarkan 11 tembakan tepat sasaran, merupakan statistik mengerikan yang belum terjadi sejak lawan Liverpool pada 2009. Tujuh upaya Arsenal di babak kedua berhasil menghasilkan gol yang memaksa Thibaut Courtois berkali-kali melakukan intervensi spektakuler, meski harus tetap memungut bola tiga kali dari gawangnya.
Pasukan Mikel Arteta tampil dominan dan layak meraih kemenangan tiga gol, meninggalkan tanda tanya besar tentang masa depan Real Madrid di babak eliminasi Liga Champions musim ini.
Advertisement
Carlo Ancelotti Ikuti Jejak Juande Ramos?
Bayangan kelam masa lalu kembali menaungi Real Madrid. Juande Ramos langsung menuju pintu keluar di akhir musim 2009 menyusul kekalahan dari Liverpool. Kini, situasi serupa berpotensi dihadapi Carlo Ancelotti.
Rumor-rumor intens tentang masa depan pelatih Italia itu semakin menguat. Kekalahan mengejutkan di kandang sendiri melawan Valencia akhir pekan lalu membuat impian mempertahankan gelar LaLiga semakin sulit. Kans terbesar Los Blancos merebut gelar kini hanya tertuju pada final Copa del Rey melawan rival abadi Barcelona di penghujung kompetisi.
Meski begitu, peluang Real Madrid di Liga Champions sebenarnya tidak sepenuhnya tertutup. Masih ada peluang mereka mengejar tiga gol di kandang sendiri, walau terasa berat.
