Liputan6.com, Jakarta Sriwijaya FC akan menjamu PSIS di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (22/5/2018) dalam laga lanjutan kompetisi Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak.
Jelang laga, tiga kelompok suporter Sriwijaya FC, yakni Singa Mania, Ultras Palembang dan S-Man, menyatakan akan menjaga ketertiban dengan tidak melepaskan petasan, flare, bom asap dan sejenisnya.
Advertisement
Baca Juga
Pernyataan itu disampaikan ketua dari tiga kelompok suporter saat bertemu perwakilan manajemen Sekretaris PT Sriwijaya Faisal Murysid di Kantor SFC, Palembang, Senin (21/5/2018), seperti dilansir Antara.
"Kami akan melarang anggota-anggota kami untuk melepaskan petasan dan sejenisnya. Kami akan sosialisasikan larangan ini hingga ke tingkat korwil," kata Edy Ismail, Ketua S-Man.
Denda Komdis
Tiga kelompok suporter Sriwijaya FC ini menyampaikan hal ini untuk merespon adanya denda senilai Rp 200 juta kepada klub oleh Komdis PSSI. Ini setelah adanya bom asap saat tim melawan Bhayangkara FC dua pekan lalu.
Denda dengan nominal yang dinilai cukup besar itu diberikan Komdis karena adanya lima kali bom asap yang dilepaskan ke udara sehingga pertandingan terpaksa dihentikan selama lima menit.
Advertisement
Tugas Berat
Bagi Edy, Dugong (Ketua Singa Mania) dan Agung Fahrurrozi (Penasihat Ultras Palembang) komitmen ini menjadi tugas berat mereka. Apalagi, jika berkaca pada kejadian sebelumnya.
"Masuk stadion itu, korek api saja kena razia. Ini bom asap bisa masuk, saya sampai tidak habis pikir kenapa bisa masuk padahal penjagaan di pintu masuk cukup ketat. Sebagai ketua suporter, saya sudah mengimbau anggota, tapi dengan jumlah sampai ribuan orang tentunya bukan hal yang mudah," kata Dugong, Ketua Singa Mania.