Update 21 Agustus: Kasus COVID-19 Dunia 22,5 Juta, Brasil 45 Ribu Infeksi dalam 24 Jam

Angka kasus Virus Corona COVID-19 di Brasil sudah melampaui 3,5 juta dari total 22.538.431 infeksi virus itu di dunia.

oleh Benedikta Miranti T.V diperbarui 21 Agu 2020, 09:29 WIB
Diterbitkan 21 Agu 2020, 09:29 WIB
Angka Kematian Covid-19 di Brasil Dekati 100 Ribu
Pekerja menggali kuburan di Pemakaman Vila Formosa di tengah pandemi virus corona di Sao Paulo, Brasil, Kamis (6/8/2020). Brasil memasuki bulan keenam sejak pandemi masuk ke negara itu dengan mencatatkan hampir 3 juta kasus COVID-19 dan 100.000 kematian. (NELSON ALMEIDA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian kesehatan Brasil melaporkan pada Kamis 21 Agustus 2020 bahwa setidaknya terdapat 45.323 kasus Virus Corona COVID-19 baru dalam 24 jam terakhir, sehingga totalnya menjadi sekitar 3.501.975.

Seperti dikutip dari CNN, Jumat (21/8/2020), pihak kementerian juga melaporkan setidaknya terdapat 1.204 kematian baru karena COVID-19. Sehingga meningkatkan jumlah kematian di negara itu menjadi sekitar 112.304.

Hingga kini, menurut data dari John Hopkins University, (angka kasus Virus Corona COVID-19 di dunia telah mencapai 22.538.431 dengan 790.475 kematian.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan angka kasus tertinggi yakni 5.571.102 dan 174.201 kematian. 

Setelah Amerika Serikat dan Brasil, India menjadi negara ketiga dengan kasus terbanyak yaitu 2.836.925 dan 53.866 kematian. 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Wali Kota New York Bersiap Buka Sekolah

Aksi Jet Tempur AS Beri Penghormatan untuk Petugas Medis
Skuadron jet tempur Blue Angels dari Angkatan Laut dan Thunderbirds dari Angkatan Udara Amerika Serikat bermanuver di langit Kota New York, Selasa (28/4/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk penghormatan untuk petugas medis yang tengah berjuang melawan virus corona COVID-19. (AP Photo/Kathy Willens)

Walaupun masih tercatat sebagai negara dengan angka kasus tertinggi, sejumlah negara bagian di Amerika Serikat tengah bersiap untuk membuka kegiatan sekolah kembali. 

Salah satunya adalah New York, di mana Wali Kota Kota New York Bill de Blasio pada hari Kamis mengumumkan bahwa kota itu siap membuka sekolah kembali. 

Ada pun sejumlah persiapan yang dilakukan meliputi mendesinfeksi sekolah setiap siang dan malam, termasuk menggunakan teknologi pembersihan elektrostatis, yang akan dilengkapi di setiap gedung sekolah, memberikan penutup wajah untuk anak yang belum memilikinya serta memastikan setiap bangunan memiliki setidaknya satu perawat bersertifikat di lokasi. 

Kanselir Pendidikan Richard Carranza, yang bergabung dengan de Blasio pada hari Kamis, menambahkan bahwa pengiriman APD terjadi "setiap hari" ke sekolah-sekolah di seluruh kota. 

“Kami akan memastikan sekolah-sekolah ini aman dan siap, dan jika kami merasa tidak aman dan siap, mereka tidak akan buka,” kata de Blasio.  

De Blasio menekankan bahwa pembukaan kembali berjalan sesuai jadwal. Sekolah di NYC dijadwalkan untuk dibuka kembali pada 10 September, meskipun berbagai kelompok telah menyerukan agar pembukaan itu ditunda. 

Indikator COVID-19 Kota New York tetap di bawah semua ambang batas, dan kota itu kembali melaporkan tingkat positif di bawah 1% pada hari Kamis.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya