Liputan6.com, Jakarta Apa pun jenis pencemaran yang mengenai seorang anak tentu berdampak bagi kesehatan si buah hati di masa mendatang. Baik itu pencemaran air, udara, hingga tanah berbahaya bagi kesehatan si anak.
"Jika anak terkena asap mobil yang berupa timbal, akan berisiko alami gangguan saraf. Pencemaran di rumah sendiri yang berasal dari dapur membuat si anak rentan alami ganggung pernapasan. Belum lagi pemakaian bahan-bahan kimia di rumah yang sudah jelas tidak baik bagi kesehatan mereka," kata Kepala Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, D Anwar Musadad.
Baca Juga
Dalam seminar `Lindungi Buah Hati Kita dari Bahaya Pencemaran Lingkungan` di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta, D Anwar memberikan 10 tips untuk menghindarkan anak dari pencemaran, antara lain:
Advertisement
1. Bebaskan rumah dari asap, debu, bahan kimia. Yaitu tidak merokok di dalam rumah, bersihkan pakaian dan badan setelah kontak dengan pestisida atau bahan toksik, dan pakai keset. "Keset itu berguna untuk menyerap debu yang ada di tubuh kita yang berasal dari luar," kata Anwar menambahkan.
2. Kurangi paparan dengan ventilasi yang baik atau exhaust fan
3. Kurangi penggunaan bahan-bahan yang mengandung kimia atau debu
Jaga kebersihan
4. Menjaga kebersihan. Biasakan cuci tangan, cuci atau bersihkan mainan, cuci buah dan sayuran, dan pel lantai
5. Bila menggunakan bahan kimia, pelajari petunjuk penggunaan
6. Tidak buang air besar sembarangan
7. Jangan libatkan anak untuk kegiatan atau pekerjaan yang berisiko kontak dengan bahan kimia
Advertisement
Jangan sentuh bahan toksik
8. Jangan biarkan anak-anak dekat atau menyentuh bahan-bahan toksik
9. Pastikan bahan kimia disimpan secara aman, jauh dari jangkauan anak
10. Tidak membawa anak ke dapur atau tempat yang banyak debu, asap, atau bahan kimia.