Alasan Penyidik Antikorupsi Hentikan Upaya Penangkapan Yoon Suk Yeol

Penyidik antikorupsi punya waktu hingga Senin (6/1) untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan Yoon Suk Yeol atas tuduhan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan.

oleh Teddy Tri Setio Berty diperbarui 03 Jan 2025, 14:05 WIB
Diterbitkan 03 Jan 2025, 14:03 WIB
Yoon Suk-yeol
Presiden terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol berbicara selama konferensi pers di Majelis Nasional di Seoul pada 10 Maret 2022, pagi setelah kemenangannya dalam pemilihan presiden negara itu. (KIM HONG-JI / POOL / AFP)... Selengkapnya

Liputan6.com, Seoul - Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) menyebut alasan keselamatan para personelnya menjadi alasan utama pihaknya untuk menghentikan upaya penangkapan Yoon Suk Yeol pada Jumat (3/1/2025).

CIO mengatakan bahwa mereka menghentikan pelaksanaan surat perintah tersebut pada pukul 13:30 waktu setempat, sekitar lima jam setelah penyidiknya tiba di kediaman Yoon, dikutip dari Yonhap, Jumat (3/1).

"Kami memutuskan bahwa pelaksanaan surat perintah penahanan secara praktis tidak mungkin dilakukan karena konfrontasi yang terus berlanjut, dan menangguhkan pelaksanaan tersebut karena khawatir akan keselamatan personel di lokasi yang disebabkan oleh perlawanan," kata CIO dalam sebuah pemberitahuan kepada pers, dikutip dari laman Yonhap, Jumat (3/1).

"Kami berencana untuk memutuskan langkah selanjutnya setelah peninjauan."

"Kami menyatakan penyesalan yang serius atas perilaku tersangka yang menolak mematuhi prosedur yang ditetapkan secara hukum," tambahnya.

Sebelumnya, penyidik di Korea Selatan yang berusaha mengeksekusi surat perintah penangkapan terhadap Presiden Yoon Suk Yeol, yang dimakzulkan setelah menerapkan darurat militer, terlibat dalam kebuntuan dengan unit militer di dalam kediaman presiden.

Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) dalam pemberitahuan kepada pers menyatakan telah mulai mengeksekusi surat perintah tersebut, namun pejabat kepolisian menjelaskan penyidik dihalangi untuk memasuki gedung kediaman oleh unit militer yang diduga milik Komando Pertahanan Ibu Kota.

CIO memiliki waktu hingga Senin (6/1) untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan atas tuduhan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan terkait penerapan darurat militer oleh Yoon Suk Yeol pada 3 Desember 2024.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya