Ilmuwan Australia Ciptakan Embrio Kanguru Pertama di Dunia Lewat Program Bayi Tabung

Cara ini diharapkan membuka peluang baru dalam konservasi spesies yang terancam punah.

oleh Benedikta Miranti T.V Diperbarui 07 Feb 2025, 19:14 WIB
Diterbitkan 07 Feb 2025, 19:14 WIB
Ilustrasi kanguru
Ilustrasi kanguru (dok.unsplash)... Selengkapnya

Liputan6.com, Canberra - Para ilmuwan Australia telah berhasil menciptakan embrio kanguru pertama di dunia melalui program bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF). Keberhasilan ini diharapkan dapat membantu upaya penyelamatan spesies lain dari ancaman kepunahan.

Mengutip BBC, Jumat (7/2/2025), dengan menggunakan spesimen dari kanguru abu-abu timur, para peneliti sukses menyuntikkan satu sel sperma ke dalam sel telur. Namun, mereka menyatakan bahwa mencapai kelahiran hidup masih membutuhkan lebih banyak penelitian dan kemajuan teknologi.

"Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang perkembangbiakan marsupial dan dapat membantu meningkatkan keanekaragaman genetik spesies yang terancam punah, seperti koala, setan Tasmania, wombat berhidung berbulu utara, dan possum Leadbeater," kata peneliti utama Andres Gambini.

Australia memiliki keragaman mamalia berkantung terbesar di dunia, tetapi juga mencatat tingkat kepunahan mamalia tertinggi.

Eksperimen yang dilakukan oleh University of Queensland ini meneliti pertumbuhan sel telur dan sperma kanguru dalam kondisi laboratorium sebelum menciptakan embrio menggunakan metode injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI).

Teknik ini telah digunakan pada manusia dan beberapa hewan domestik, namun dalam penelitian ini diterapkan pada kanguru abu-abu timur yang telah mati. Spesies ini dipilih karena populasinya masih tinggi dan tidak terancam punah.

 

Promosi 1

Diharapkan Dapat Menjaga Kelestarian Kanguru

Kanguru di Healesville Sanctuary Park. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)
Kanguru di Healesville Sanctuary Park. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)... Selengkapnya

Meskipun spesies marsupial sangat ikonik di Australia dan memainkan peran penting dalam keanekaragaman hayati negara tersebut, penelitian terhadap jaringan mereka masih terbatas, kata para ilmuwan.

"Kami kini tengah menyempurnakan teknik untuk mengumpulkan, mengkultur, dan mengawetkan sel telur serta sperma marsupial," kata Dr. Gambini. Ia menambahkan bahwa metode ini akan berperan penting dalam menjaga keberlangsungan genetik hewan-hewan unik dan berharga ini.

IVF kini semakin banyak digunakan sebagai alat untuk melestarikan spesies yang terancam punah di seluruh dunia.

Tahun lalu, para ilmuwan berhasil menciptakan kehamilan badak pertama di dunia melalui IVF dengan mentransfer embrio badak yang dibuat di laboratorium ke induk pengganti di Kenya.

Pada 2018, IVF juga berhasil digunakan untuk menciptakan embrio keledai pertama di dunia.

 

 

Infografis Ragam Tanggapan Pengendalian PMK dan Vaksinasi Hewan Ternak. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Ragam Tanggapan Pengendalian PMK dan Vaksinasi Hewan Ternak. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya