Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan rencana penjualan visa eksklusif yang disebut sebagai "gold card" dengan harga USD 5 juta atau sekitar Rp81 miliar per kartu.
Trump menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk menarik pengusaha kaya yang dapat menciptakan lapangan kerja dan sekaligus membantu mengurangi defisit nasional.
Baca Juga
"Kami akan menjual gold card. Anda tahu ada green card, sekarang ada gold card," ujar Trump kepada wartawan di Oval Office pada Selasa (25/2/2025), seperti dikutip dari laman SCMP, Rabu (26/2).
Advertisement
"Kami akan memasang harga sekitar USD 5 juta untuk kartu ini."
Trump, yang dalam masa jabatan keduanya berfokus pada deportasi jutaan imigran tanpa dokumen, mengatakan bahwa gold card akan menjadi jalur menuju kewarganegaraan AS yang sangat diidamkan.
"Banyak orang ingin tinggal di negara ini, dan mereka akan bisa bekerja, menciptakan lapangan pekerjaan, serta membangun perusahaan," lanjutnya.
"Mereka adalah orang-orang dengan uang."
Trump menambahkan bahwa penjualan kartu ini akan dimulai dalam dua minggu ke depan dan berpotensi menghasilkan hingga satu juta kartu.
"Kami telah menyusun semuanya dari segi hukum," katanya.
Warga Rusia Diizinkan Mendaftar
Semua pelamar gold card akan melalui proses pemeriksaan ketat. Namun, ketika ditanya apakah oligarki Rusia juga dapat mengajukan aplikasi, Trump tidak menutup kemungkinan tersebut.
"Mungkin saja. Saya mengenal beberapa oligarki Rusia yang merupakan orang baik. Itu mungkin," katanya.
"Mereka memang tidak sekaya dulu, tetapi saya rasa mereka mampu membayar USD 5 juta."
Sejumlah oligarki Rusia telah terkena sanksi Barat sejak invasi Moskow ke Ukraina tiga tahun lalu. Pernyataan Trump mengenai potensi pencabutan sanksi terhadap Rusia juga menimbulkan kekhawatiran di Eropa, terutama setelah ia tiba-tiba membuka negosiasi dengan Rusia terkait perang di Ukraina.
Advertisement
Golden Visa bagi Individu Kaya
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, yang mendampingi Trump di Oval Office, mengindikasikan bahwa program gold card bisa menggantikan skema visa EB-5 yang sudah ada.
"Program EB-5 penuh dengan kebohongan, tipuan, dan penipuan," ujar Lutnick.
"Itu adalah cara mendapatkan green card dengan harga murah."
Visa investasi bukanlah hal baru di dunia. Menurut Henley & Partners, lebih dari 100 negara menawarkan "golden visa" bagi individu kaya, termasuk AS, Inggris, Spanyol, Yunani, Malta, Australia, Kanada, dan Italia.
Dalam gaya khasnya, Trump bahkan bercanda tentang kemungkinan penggunaan namanya dalam program ini.
"Seseorang bertanya: ‘Bisakah kita menyebutnya Trump Gold Card?’ Saya bilang, ‘Jika itu membantu, gunakan nama Trump,’" ujarnya.
