Liputan6.com, Jakarta - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI mengumumkan kinerja tahun buku 2024 yang berakhir pada 31 Desember 2024. Pada periode tersebut, perseroan meraih pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun per 31 Desember 2024, meningkat 9,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023 sebesar Rp 5,2 triliun.
Dari raihan itu, perseroan membukukan laba bersih Rp 728,95 miliar atau naik 5,99 persen dibandingkan laba tahun buku 2023 yang tercatat sebesar Rp 678,76 miliar. Sebagai jejaring bioskop terbesar di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 36 tahun, Cinema XXI terus berkomitmen menjaga pertumbuhan kinerja dengan fokus meningkatkan kualitas layanan bioskop bagi konsumen.
Baca Juga
"Cinema XXI mengapresiasi kepercayaan para penonton serta dukungan dari berbagai pihak di industri perfilman, pemerintah, pemegang saham, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan, yang telah mendukung perusahaan untuk terus berkembang dan mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024,” ujar Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman dalam keterbukaan informasi Bursa, Kamis (27/2/2025).
Advertisement
Suryo menjelaskan, peningkatan pendapatan 2024 didukung oleh kontribusi penjualan tiket bioskop serta makanan dan minuman yang mencapai Rp 5,5 triliun atau tumbuh 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan penjualan tersebut didorong berbagai inovasi dan strategi bisnis seperti penambahan bioskop baru di lokasi yang strategis dan potensial, diversifikasi menu makanan dan minuman sesuai dengan selera penonton, serta program promosi yang efektif dan tepat sasaran.
Pada tahun buku 2024, perseroan membukukan beban dan biaya operasi sebesar Rp 4,67 triliun. Angka itu naik dibanding periode 2023, di mana beban dan biaya operasi tercatat sebesar Rp 4,18 triliun.
Pendapatan Lainnya
Pada periode yang sama, perseroan membukukan pendapatan lainnya sebesar Rp 18,89 miliar. Kemudian beban keuangan pada 2024 tercatat sebesar RP 57,08 miliar.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp Rp 728,95 miliar atau naik 5,99 persen dibandingkan laba tahun buku 2023 yang tercatat sebesar Rp 678,76 miliar.
Melansir laporan keuangan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa, aset perseroan sampai dengan 31 Desember 2024 tercatat turun menjadi Rp 7 triliun dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp 7,37 triliun. Liabilitas sampai dengan Desember 2024 turun menjadi 2,4 triliun dari Rp 2,41 triliun pada 2023. Sementara ekuitas pada 2024 turun menjadi Rp 4,6 triliun dibandingkan posisi kahir 2023 sebesar Rp 4,96 triliun.
Advertisement
Buka 16 Lokasi Bioskop Selama 2024
Dalam upaya meningkatkan akses layanan serta pertumbuhan bisnis, sepanjang tahun 2024 Cinema XXI membuka 16 lokasi bioskop baru dan menambah 70 layar, sehingga total bioskop yang dioperasikan mencapai 256 bioskop dengan total 1.350 layar di 65 kota kabupaten di seluruh Indonesia.
Perluasan jaringan bioskop ini turut mendorong peningkatan jumlah penonton yang mencapai 87,1 juta penonton pada 2024, tumbuh 3,3 persen dari 84,3 juta penonton pada 2023.
“Di tengah tantangan pemulihan pasar film internasional, perkembangan industri film dalam negeri telah menghasilkan beragam film berkualitas yang mendukung pertumbuhan industri bioskop di Indonesia. Hal ini turut mendorong pertumbuhan jumlah penonton bioskop Cinema XXI dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan Perseroan,” ungkap Suryo.
Industri film dalam negeri menunjukkan tren positif dengan menyuguhkan beragam cerita dan kualitas yang menarik minat masyarakat untuk menonton.
Pada 2024, terdapat 21 judul film nasional yang telah ditonton lebih dari satu juta penonton, bahkan 7 dari 10 film dengan jumlah penonton terbanyak di tahun 2024 merupakan produksi dalam negeri. Beberapa di antaranya: “Agak Laen”, “Vina Sebelum 7 Hari”, “Kang Mak: from Pee Mak”,“Ipar Adalah Maut”, dan “Badarawuhi di Desa Penari” serta “Siksa Kubur”. Hal ini memperkuat posisi film nasional sebagai pilihan utama yang turut mendorong jumlah penonton bioskop.
Rencana Buyback Saham
Cinema XXI berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya Rp300 miliar. Pelaksanaan Buyback dilatarbelakangi kondisi perdagangan harga saham saat ini dianggap belum mencerminkan nilai, kinerja, dan prospek sebenarnya. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, selain melalui pembagian dividen.
"Kami berharap buyback dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis Cinema XXI dan memberikan fleksibilitas perusahaan dalam pengelolaan modal jangka panjang," ujar Suryo.
Perusahaan membatasi harga pembelian kembali sampai dengan maksimum Rp270 per lembar saham, dengan tetap mematuhi ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29 Tahun 2023. Buyback akan dilakukan secara bertahap melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai ketentuan dalam POJK No. 29 Tahun 2023.
Cinema XXI menargetkan pelaksanaan pembelian kembali saham akan berlangsung paling lama 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Adapun RUPST dijadwalkan pada 24 Maret 2025, sehingga batas akhir perusahaan dapat melakukan buyback adalah 24 Maret 2026.
Advertisement
