Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak melonjak pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga minyak ini adalah kesepakatan dari negara-negara anggota organisasi produsen minyak (OPEC) dan beberapa negara Non-OPEC setuju untuk meningkatkan produksi minyak mentah.
Mengutip Reuters, Sabtu (23/6/2018), harga minyak mentah Brent yang merupakan patokan harga dunia ditutup naik USD 2,50 atau 3,4 persen menjadi USD 75,55 per barel. Sedangkan untuk harga minyak mentah AS naik USD 3,04 atau 4,6 persen menjadi USD 68,58 per barel.
Advertisement
Baca Juga
Minyak mentah Brent naik 2,7 persen pada minggu ini, sementara minyak mentah AS naik 5,5 persen.
OPEC dan beberapa produsen minyak di luar OPEC mengadakan pertemuan di Wina, Austria, dan setuju untuk meningkatkan produksi mulai Juli sebanyak 1 juta barel per hari.
Namun dari hitungan beberapa negara, kemungkinan besar kenaikan yang bisa terjadi hanya sekitar 770 ribu barel per hari. Beberapa negara mencoba untuk mendorong produksi minyak sesuai kuota dan tidak bisa ditutupi oleh negara lain.
"Sepertinya belum akan ada banyak tambahan pasokan, setidaknya untuk saat ini," jelas analis Again Capital, John Kilduff.
Â
Perdagangan Kemarin
Pada perdagangan kemarin,  harga minyak Brent merosot lebih dari 2 persen. Penurunan ini menjelang pertemuan OPEC di mana perkiraannya akan meningkatkan output untuk menstabilkan harga minyak.
Harga minyak Brent mencapai level tertingginya 3,5 tahun di atas USD 80 per barel. Akan tetapi harga tersebut terus menurun dalam beberapa pekan terakhir karena peringatan dari Arab Saudi.
Pemimpin OPEC ini mengingatkan kekurangan pasokan dan kenaikan harga jika produksi minyak tetap stabil.
"Kami perlu mengeluarkan pasokan ke pasar. Berapa banyak minyak yang kita butuhkan? Mungkin sekitar 1 juta barel per hari," kata Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih.
Falih mengaku, akan menyeimbangkan kembali pasar minyak global. Tujuannya untuk mencegah kekurangan minyak mentah ke depan yang dapat menekan pasar.
Menteri Perminyakan Ekuador Carlos Perez mengharapkan peningkatan produksi minyak sekitar 600 ribu barel per hari.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
Advertisement