Pecah Rekor Penambahan Kasus Positif Corona Covid-19 di Yogyakarta

Akhir Juli 2020 ditutup dengan kabar mengejutkan soal penambahan kasus positif Corona Covid-19 di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

oleh Switzy Sabandar diperbarui 31 Jul 2020, 19:47 WIB
Diterbitkan 31 Jul 2020, 19:40 WIB
Corona di Yogyakarta
BBTKLPP Yogyakarta menjadi salah satu tempat uji lab pasien corona COVID-19 di Jateng dan DIY. (Liputan6.com/ Switzy Sabandar)

Liputan6.com, Yogyakarta - Akhir Juli 2020 ditutup dengan kabar mengejutkan soal penambahan kasus positif Corona Covid-19 di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Per 31 Juli 2020 muncul hasil pemeriksaan laboratorium terkonfirmasi positif Corona Covid-19 di DI Yogyakarta.

Untuk pertama kalinya, penambahan angka positif Corona Covid-19 di DI Yogyakarta memecahkan rekor di provinsi ini, yakni 64 kasus. Sebelumnya, pernah diumumkan penambahan angka positif dalam satu hari sebanyak 20-an kasus. Jadi, total angka positif Corona Covid-19 di DI Yogyakarta saat ini menjadi 674 kasus.

"Salah satu penyebab lonjakan adalah uji seka massal dan screening yang gencar dilakukan," ujar Berty Murtiningsih, juru bicara Pemprov DIY untuk penanganan Covid-19, Jumat (31/7/2020).

Ia menyebutkan distribusi penambahan kasus positif Corona Covid-19 hari ini berdasarkan domisili, meliputi, Yogyakarta sembilan kasus, Bantul 23 kasus, Gunungkidul empat kasus, dan Sleman 28 kasus.

Sementara, berdasarkan riwayat penelusuran, terdiri dari, screening karyawan kesehatan 26 kasus, kontak kasus sembilan kasus, perjalanan luar daerah tiga kasus, belum ada keterangan 24 kasus, screening pasien pra operasi satu kasus, dan screening karyawan satu kasus.

Sementara untuk jumlah pasien positif Corona Covid-19 yang meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga jumlah pasien positif yang meninggal sebanyak 20 kasus. Sedangkan, penambahan pasien sembuh sebanyak 17 kasus sehingga total kasus sembuh menjadi 399 kasus.

Terkait ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Corona Covid-19 di DI Yogyakarta, Berty memastikan masih memadai. Ia memaparkan untuk tempat tidur critical sudah digunakan enam dari 29 unit. Sementara, tempat tidur noncritical sudah terisi 228 dari 321 unit yang tersedia.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya