BEI: 10 Persen Emiten di Dunia Berasal dari Indonesia

Manajemen BEI menilai jumlah emiten baru di Indonesia salah satu terbaik di ASEAN.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 20 Okt 2016, 10:00 WIB
Diterbitkan 20 Okt 2016, 10:00 WIB
20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta
Pengunjung melintas di dekat monitor perkembangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka melemah sebesar 12,76 poin. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah emiten baru atau perusahaan yang melepas saham ke publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih minim. Namun siapa sangka, jumlah emiten baru tersebut memiliki porsi besar di dunia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, jumlah emiten baru di Indonesia mengambil porsi 10 persen dari emiten baru di dunia. Hal itu dibuktikan dari data World Federation of Exchanges (WFE).

"Jumlah initial public offering (IPO) dunia 140an, kalau 14 kita sudah 10 persen," kata dia kepada Liputan6.com, Kamis (20/10/2016).

Dia bilang, di ASEAN sendiri jumlah emiten baru di Indonesia salah satu terbaik dibanding negara tetangga. Namun memang, kapitalisasi pasar Indonesia masih di bawah Singapura. "Market cap mungkin masih di bawah," ujar dia.

Lebih dari itu, perkembangan pasar modal di Indonesia terus membaik terlebih di masa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah transaksi saham dan imbal hasil di pasar modal.

"Pasar modal, capital market menjanjikan return 18 persen year to date (ytd). Transaksi cukup tinggi," ujar dia.

Dia menuturkan, salah satu motor pendorong pasar modal ialah sejumlah paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah. Perbaikan dari sisi kebijakan itu mendorong kepercayaan investor.

"Kebijakan itu mendukung langsung dan tidak langsung di bidang perekonomian," tutur dia. (Amd/Ahm)

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya