Bursa Saham Asia Menguat Tersengat Wall Street yang Perkasa

Bursa saham Asia sebagian besar menguat pada perdagangan Kamis, 16 September 2021.

oleh Agustina Melani diperbarui 16 Sep 2021, 09:04 WIB
Diterbitkan 16 Sep 2021, 09:04 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Kamis pagi (16/9/2021) setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat.

Di Jepang, indeks Nikkei naik 0,15 persen. Sementara itu, indeks Topix menguat 0,16 persen. Sedangkan indeks Korea Selatan Kospi melemah cenderung mendatar. Indeks saham Australia ASX 200 mendaki 0,24 persen.

Australia akan rilis data tenaga kerja Agustus 2021 pada Kamis pagi ini. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,1 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis (16/9/2021).

Di wall street, indeks Dow Jones melambung 236,82 poin ke posisi 34.814,39. Indeks S&P 500 menguat 0,85 persen ke posisi 4.480,70. Indeks Nasdaq menanjak 0,82 persen ke posisi 15.161,53.

AS juga akan merilis data klaim pengangguran pada Kamis waktu setempat. Ekonom perkirakan klaim pengangguran sebanyak 320.000 orang hingga 11 September 2021.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Indeks Dolar AS

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Indeks dolar AS berada di posisi 92,47, dan realisasi indeks dolar AS ini turun dari pekan sebelumnya 92,8.Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,40 per dolar AS.

Harga minyak cenderung melemah pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak Brent berjangka turun 0,19 persen menjadi USD 75,32 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat susut 0,14 persen menjadi USD 72,51 per barel.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya