Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), H. Jose Rizal, MBA, melakukan kunjungan penting ke Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan.
Kunjungan H. Jose Rizal kali ini bertujuan untuk menindaklanjuti nota kesepakatan (MoU) yang telah terjalin antara UIN Sumatera Utara Medan dengan Asprindo beberapa waktu lalu. MoU ini berfokus pada rencana pembangunan dan pengembangan Ma’had al Jami’ah di lingkungan UIN SU Medan.
Advertisement
Baca Juga
Dalam kunjungannya, H. Jose Rizal didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga serta Kepala Bagian Umum UIN SU Medan, Abdul Basid Lubis, S.Pd.I., M.Pd bersama-sama meninjau langsung lokasi yang akan menjadi tempat berdirinya Ma’had al Jami’ah di Kampus IV UIN SU Medan di Tuntungan, yang menjadi lokasi fakultas umum, seperti Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ekbis Islam, serta Fakultas Sains dan Teknologi.
Advertisement
Pembangunan Ma’had al Jami’ah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan dan karakter mahasiswa UIN SU Medan. Ma’had ini akan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam ilmu agama, tahfizul Qur’an, mengembangkan kemampuan berbahasa asing, serta memperkuat nilai-nilai keislaman.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen kuat dari Asprindo dan UIN SU Medan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Keduanya berharap, kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi kemajuan bangsa.
Rektor UIN SU Medan, Nurhayati menyatakan kerjasama dengan ASPRINDO ini merupakan perwujudan program DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri), dimana setiap perguruan tinggi diharapkan mampu bekerja sama dengan pelaku usaha dan pihak industri.
"Dengan kerjasama ini, diharapkan akan membuka peluang kerja bagi para mahasiswa dan sekaligus memberikan nilai tambah pada mahasiswa, sebagai bekal bagi mereka saat mereka menyelesaikan pendidikannya di UINSU Medan ini," kata Nurhayati, Selasa (11/2/2025).
Penciptaan Bisnis
Disamping pembangunan Ma'had al Jamiah (Asrama Mahasiswa), potensi kerjasama juga diimplementasikan pada penciptaan bisnis di area Pondok Surya.
"Rencananya area Pondok Surya ini akan dikembangkan sektor bisnis. Nanti tim ASPRINDO akan meninjau lokasinya, untuk menilai bisnis apa yang paling cocok dibangun disana. Rencananya, minggu ini akan dilakukan peninjauan. Intinya, kerjasama ini diharapkan bisa memberikan kemashlahatan kepada semua pihak, termasuk masyarakat di wilayah sekitar," ucapnya.
Langkah kerjasama ini, lanjutnya, diharapkan bisa menghasilkan lulusan yang tak hanya memiliki pengetahuan dan praktik bisnis tapi juga mampu mengimplementasikan aturan-aturan agama pada dunia usaha dan industri Indonesia.
"Setelah ada hasil tinjauannya, nanti akan diselaraskan dengan regulasi yang berlaku. Karena, kita ini kan berada dalam wewenang Kementerian Agama. Jadi ada regulasi yang memang harus kita penuhi," pungkasnya.
Advertisement
Cetak Rekor Tertinggi dalam 8 Bulan, PMI Manufaktur Indonesia Sentuh Level Segini
Di awal tahun 2025, sektor industri manufaktur di Indonesia menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dari Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dipublikasikan oleh S&P Global.
Untuk bulan Januari, PMI manufaktur Indonesia tercatat pada angka 51,9, mengalami peningkatan sebesar 0,7 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 51,2. Pencapaian ini menandakan fase ekspansif yang merupakan yang tertinggi sejak Mei 2024.
"Alhamdulillah, artinya para pelaku industri kita semangat dalam memasuki tahun 2025 ini. Dengan kepercayaan yang tinggi dari para pelaku industri untuk terus menjalankan usahanya, kami juga optimistis bahwa perekonomian nasional dapat ikut tumbuh positif," ungkap Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief dalam pernyataan resminya di Jakarta, dikutip Selasa (3/2/2025).
Febri menambahkan bahwa pertumbuhan di sektor manufaktur ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan bahan baku untuk memenuhi lonjakan kebutuhan pasar di bulan-bulan mendatang. Saat ini, produktivitas industri terlihat kuat dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan baik di pasar domestik maupun untuk ekspor.
Aktivitas Produksi
Berdasarkan laporan dari S&P Global, tingginya aktivitas produksi membuat sejumlah perusahaan mengambil langkah untuk merekrut tenaga kerja tambahan pada bulan Januari, sehingga jumlah pekerja mereka bertambah dalam dua bulan terakhir.
"Ini membuktikan bahwa apabila aktivitas industri bergeliat, akan membawa dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja baru atau job creation," jelas Febri.
Namun, Kemenperin menilai bahwa PMI manufaktur Indonesia masih memiliki potensi untuk lebih tinggi jika kebijakan relaksasi impor produk jadi dihapuskan. Selain itu, diperlukan pula kebijakan strategis dan pro-bisnis agar pelaku industri manufaktur di Indonesia dapat lebih berprestasi. Mengingat, sektor ini merupakan pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Jadi, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, perlu adanya kebijakan dan stimulus yang dapat merangsang para pelaku industri kita untuk lebih bergeliat dalam menjalankan usahanya," tambah Febri.
Advertisement
![Loading](https://cdn-production-assets-kly.akamaized.net/assets/images/articles/loadingbox-liputan6.gif)